Senin, 05 November 2012

Bagaimana Mensosialisasikan Koperasi ke Masyarakat


Sosialisasi dapat diartikan sebagai suatu cara yang ditempuh atau digunakan untuk membuat suatu pendekatan tentang suatu hal yang kita ingin sosialisasikan. Proses sosialisasi itu sendiri ditempuh dengan tujuan untuk memperkenalkan serta turut memberi informasi secara lengkap dan terarah kepada sasaran atau media sosialisasi, media sosialisasi atau sasaran ini dapat dikatakan pula sebagai objek sosialisasi, dan objek sosialisasi ini sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah manusia. Dengan adanya proses sosialisasi ini sendiri diharapkan objek (manusia) yang dituju dapat memahami dan mengerti tentang apa yang disosialisasikan.
            Dalam tulisan ini Saya akan mencoba untuk menulis tentang bagaimana cara mensosialisasikan koperasi ke masyarakat Indonesia. Dalam proses mensosialisasikan koperasi ke masyarakat tentunya hal utama yang diharapkan adalah masyarakat sendiri dapat memahami atau mengerti tentang koperasi, apa itu koperasi, bagaimana sistem kerja koperasi, bagaimana caranya jika kita ingin menjadi anggota koperasi dan keuntungan apa sajakah yang akan didapatkan jika kita telah menjadi anggota koperasi.
            Tentunya sosialisasi sendiri sangat diperlukan dalam hal meningkatkan serta mengembangkan koperasi di Indonesia saat ini yang sedang mengalami penurunan jumlah. Tidak dapat dipungkiri lagi dalam kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki informasi yang minimal atau dengan kata lain masih awam informasi tentang koperasi. Dengan adanya sosialisasi tentunya pula dapat membuat masyarakat memiliki informasi yang lebih lagi tentang koperasi, dan jika masyarakat sudah mendapatkan sosialisasi tersebut, tidak hanya menjadi tahu informasi tersebut, yang lebih diharapkan lagi masyarakat dapat mengerti atau memahami maksud sosialisasi yang disampaikan.
            Setelah masyarakat mengerti atau memahami apa itu koperasi serta mengetahui bagaimana sistem koperasi bekerja dan mengetahui keuntungan apa sajakah yang didapat atau keuntungan jika menjadi anggota, maka bukanlah tidak mungkin akan lebih banyak lagi masyarakat yang akan bergabung bersama koperasi dan meningkatkan kesejahteraan koperasi di Indonesia. Berikut akan Saya coba uraikan bagaimana cara mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat agar sosialisasi tersebut mencapai tujuan dan target yang diharapkan terwujud.
            Pertama, sosialisasi bisa kita laksanakan mulai dari kelompok paling kecil dahulu, dalam hal ini yang kita maksud ialah kelompok sekolah dasar (SD), tentunya semakin dini seseorang itu mengetahui koperasi maka akan semakin baik juga bagi dirinya, dalam melaksanakan sosialisasi di lingkungan sekolah dasar, pengetahuan ata informasi yang kita dapat berikan juga lebih baik masih mencakup hal-hal yang bersifat masih mendasar dalam koperasi. Misalnya kita contohkan didalam sekolah dasar tersbut alangkah baiknya jika terdapat satu unit koperasi, koperasi yang menjual berbagai perlengakapan sekolah serta tulis-menulis yang harganya lebih murah dari pada yang dijual ditoko lain, jadi dengan harga atau pengeluaran yang lebih murah kita bisa mendapatkan barang yang sama yang kita perlukan. Dengan adanya koperasi juga, murid-murid juga dapat dijadikan anggota koperasi, salah satu keuntungan lebih yang didapatkan para murid yakni dapat melatih mereka untuk menabung pula. Dengan membiasakan menabung sejak dini juga dapat melatih mereka untuk dapat menjadi pribadi yang rajin menabung dan tidak boros akan uang jajannya. Murid-murid juga dapat diberi keesempatan langsung dengan cara dapat menjaga secara bergantian koperasi untuk melayani pembeli yang tidak lain adalah temannya sendiri. Dalam hal ini kita juga dapat melatih kemampuan berwirausaha murid sekolah dasar ini untuk kelak dimasa depan memiliki suatu usaha sendiri yang bahkan akan bias memperkejakan orang lain disekitarnya. Hal-hal tersebut yang sangat diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dan dengan berjalannya koperasi diharapkan membuat murid-murid sekolah dasar tersebut menjadi pribadi yang suka menolong dan lebih mementingkan kepentingan bersama
            Selain disekolah dasar, sosialisasi yang sama dapat dilakukan pula pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sosialisasi kepada pelajar dari SD hingga SMA ini merupakan langkah awal sosialisasi koperasi  yang dapat dilakukan, sasaran para pelajar ini adalah hal yang tepat karena sosialisasi ini dapat menambah ilmu dan informasi lebih tentang koperasi. Sosialisasi ke sekolah-sekolah ini alangkah baiknya lagi jika sosialisasi ini dilakukan secara merata ke suluh daerah-daerah di Indonesia, dimulai disekolah-sekolah di ibu kota Jakarta baik sekolah swasta maupun negeri setelah itu baru ke kota-kota lain dan lebih diharapakan sosialisasi ini juga sampai ke daeranh-daerah kecil atau pedesaan. Tidak hanya sekolah-sekolah SD, SMP dan SMA, sosialisasipun dapat juga dilaksanakan di Universitas negeri maupun swasta, walaupun sudah duduk dibangk kuliah bukanlah suatu jaminan mahasiswa mahasiswi tersebut sudah memiliki pengetahuan yang baik dan mengerti tentang koperasi, masih banyak juga mahasiswa mahasiswi yang masih memiliki pengetahuan minimal akan koperasi itu sendiri. Walaupun keberadaan koperasi di Universitas tidak banyak atau jarang, tetapi dikampus saya yaitu Universitas Gunadarma masih memiliki koperasi. Koperasi tetap berdiri dan berjalan baik walaupun berada ditengah banyaknya pesaing toko-toko yang menjual barang yang sama.
            Setelah sosialisasi ke sekolah-sekolah baik SD, SMP, SMA dan Universitas dilakukan secara merata dan terarah, sosialisasi pun dapat dilakukan di perusahaan-perusahaan yang belum terdapat organisasi koperasi di dalamnya. Penyuluhan atau sosialisasi di perusahaan tersebut dimaksudkan dengan tujuan agar setelah mendapat sosialisasi ini perusahaan tersebut akan membuat dan mendirikan unit koperasi didalam perusahaan tersebut. Keberadaan koperasi didalam perusahaan juga dimaksudkan untuk lebih mensejahterakan karyawan atau para pekerja yang bekerja diperusahaan tersebut. Selain untuk menjual kebutuhan pokok para karyawan, koperasi ini sendiri diharapkan bisa membantu karyawan jika sewaktu-waktu membutuhkan pinjaman uang tunai pada saat tertentu, keryawan jadi tidak perlu repot-repot meminjam uang di bank, karena bisa meminjam di koperasi, tentunya dengan bunga yang lebih  kecil dibandingkan jika meminjam di bank. Tentunya hal ini sangat membantu para karyawan jika memiliki keperluan yang mendesak yang harus segera terpenuhi. Dengan adanya sosialisasi ke perusahaan, dan membuat perusahaan yang tadinya belum ada koperasinya jadi ada unit koperasinya maka akan meningkatkan lagi unit koperasi di Indonesia yang saat ini sedang mengalami penurunan.
            Selain melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan pelajar dan perusahaan, tentunya sosialisasi dapat dilakukan dikalangan masyarakat umum, baik di pedesaan maupun diperkotaan, sosialisasi ini dapat dilakukan ke setiap kelurahan di berbagai daerah di Indonesia. Setelah dilakukan sosialisasi ini diharapkam akan terdapat satu unit koperasi di tiap-tiap kelurahan, dapat berupa koperasi simpan pinjam maupun koperasi yang menjual bahan-bahan pokok yang dibutuhkan untuk konsumsi masyarakat. Tentunya diharapkan keberadaan koperasi dapat akan membantu masyarakat tentunya yang menjadi anggota koperasi. Masyarakat sendiri diharpakan berperan aktif didalam melaksanakan atau menjalankan dan mengembangkan koperasi tersebut.
            Dalam melaksanakan sosialisasi-sosialisasi diatas, tentunya diperlukan kerja sama dan pelaksanaan yang terarah dan terstruktur. Sosialiasi pun diharapkan dapat berjalan secara merata diseluruh daerah-daerah Indonesia, baik perkotaan maupun pedesaan semuanya dapat mendapatkan sosialisasi tentang koperasi ini.
Sekian pendapat saya mengenai topik “Bagaimana Mensosialisasikan Koperasi ke Masyarakat”. Mohon maaf jika ada kalimat atau ungkapan yang kurang berkenan dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.

Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi?


Siapkah Koperasi kita menghadapi era globalisasi? Mampukah koperasi kita bertahan didalam era atau perkembangan zaman yang semakin modern atau maju? Dapatkan koperasi mempertahankan konsistensinya ditengah banyaknya organisasi-organisasi lain yang banyak bermunculan yang lebih modern? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan Saya coba uraikan pada kesempatan kali ini.
            Era Globalisasi sendiri menurut Saya ialah merupakan suatu fase dimana perkembangan zaman akan terus semakin modern atau maju dimasa yang akan mendatang. Jangankan dimasa mendatang, dimasa sekarang yang sedang kita jalani juga bisa dikatakan sebagai era globalisasi karena perkembangan teknologi saat ini dapat dibilang sudah lebih maju dari pada dua atau tiga tahun yang lalu. Jadi dapat dikatakan juga jika perkembangan teknologi merupakan perkembangan yang dapat berlangsung setiap saat dan perkembangannya terjadi secara cepat dan terus menerus dan semua itu menyebabkan suatu era globalisasi dimana keadaan diberbagai belahan dunia semakin maju khususnya dibidang teknologi.
            Kembali ke pokok bahasan, Siapkah koperasi Indonesia mengahadapi era globalisasi? Jika ditanya kesiapan dari koperasi itu sendiri dalam menghadapi era globalisasi mungkin bukanlah hal yang mudah namun juga bukanlah hal yang tidak mungkin juga hal itu diwujudkan, semuanya tertantung bagaimanakah system koperasi itu sendiri terjalankan di masa sekarang agar nantinya keberadaan koperasi akan terus ada dan diharapkan dapat berkembang dalam menghadapi perkembangan zaman yang selalu berkembang setaiap saatnya. Segala sesuatunya membutuhkan niat yang kuat untuk terus dapat memperbaiki system yang ada didalam koperasi itu sendiri, jika system sudah berjalan sesuai prosedur atau peraturan yang ada, diharapkan koperasi terlebih dahulu meningkatkan lagi konsistensinya agar koperasi itu sendiri dapat tersebar dan berdiri secara menyeluruh dan merata di Indonesia. Dan jika konsistensi koperasi ini sendiri sudah meningkat maka untuk bertahan didalam kondisi perkembangan zaman pun  keberadaannya tidak akan sulit ditemukan.
            Jika system koperasi lebih baik lagi dan konsistensinya pun sudah menyebar secara merata di Indonesia, bukanlah hal yang sulit lagi untuk koperasi bertahan didalam era globalisasi. Kendala lain dalam mengahadpi era globalisasi ini adalah perlunya peningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di dalam koperasi, penguasaan teknologi diharpakan sudah bukan hal yang tabu lagi atau dengan kata lain penguasaan teknologi itu sendiri dimiliki oleh setiap sumber daya manusia didalam koperasi. Peningkatan system koputerisasi perlu diadakan, dimaksudkan dengan tujuan agar para pegawai sudah terbiasa menggunakan alat teknologi dalam menjalankan pekerjaan, jadi kesiapan tenaga kerja dalam mengahadapi perkembangan teknologi sudah tidak usah diragukan lagi jika system komputerasi dapat dijalankan.
            Koperasi sendiri merupakan organisasi yang sudah sangat lama sekali terbentuk, dengan usia nya yang semakin bertambah dan pengalaman yang tentunya sudah sangat banyak diharapkan pelayanan dan kinerja didalam system koperasi akan terus semakin baik pula. Jika semakin baik tentunya diimbangi dengan system yang dijalankan dengan jujur maka tingkat kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat, jika masyarakat itu sendiri sudah mempunyai kepercayaan yang penuh terhadap koperasi maka jalannya koperasi untuk terus bertahan pun akan semakin lancar dan membuat koperasi dalam menghadapi era globalisasi akan semakin percaya diri untuk terus bertahan dan mengembangkan terus kinerjanya.
            Dengan sudah ada banyaknya pengalaman yang dimiliki organisasi koperasi, tentunya dalam menghadapi kendala-kendala yang ada didalam system harusnya bukanlah menjadi hal yang terlalu sulit, jika adanya kinerja yang teryus ditingkatkan, jujur dan transparan maka kendala tersebut  harusnya akan dapat diatasi dengan dengan mudah. Kendala-kendala tersebut harus cepat diatasi karena merupakan suatu hal yang dapat menhambat perkembangan dari koperasi itu sendiri.
            Perbaikan system, konsistensi yang  merata, perbaikan kualitas sumber daya manusia merupakan beberapa hal yang memang perlu ditingkatkan. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, ketiga hal tersebut haruslah diditingkatkan secara serius dan ditangani dengan professional. Hal ini sangat perlu dilakukan karena hal tersebut demi kebaikan koperasi itu sendiri dalam menghadapi era globalisasi yang akan semakin modern lagi kedepannya. Karena perkembangan zaman bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan apalagi dihindari, tetapi hanya perlu dijalani dan dilewati dengan seksama dan penyesesuaian yang tepat agar kita tidak tertiggal dengan zaman yang semakin modern ini. Jika system koperasi lebih modern tentunya masyarakat modern pun tidak akan enggan untuk bergabung didalam koperasi.
            Masyarakat yang akan semakin modern menuntut koperasi dapat terus meingkatkan modernisasi pula agar dapat menyesuaikan dengan masyarakat itu sendiri agar koperasi tidak diabaikan atau dengan kata lain dianggap sebelah mata karena sistemnya yang belum modern. Hal ini menuntut koperasi agar tidak berhenti pula dalam mengembangkan system kearah yang lebih modern lagi dan dapat memanfaatkan atau menggunakan teknologi yang sudah ada. Semua ini dilakukan tentunya untuk meningkatkan kualitas koperasi agar terus dapat mendapatkan perhatian dari masyarakat secara menyeluruh. Menyeluruh sendiri dapat diartikan dengan kata lain modernisasi dari koperasi ini sendiri dapat dilakukan atau dilaksanakan secara merata atau tersebar ke seluruh koperasi di Indonesia.
             Sistem koperasi yang lebih modern juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melaksanakan atau menjalani keanggotaannya dikoperasi itu sendiri. Siapa yang tidak suka dengan cara yang mudah bukan? Tentunya masyarakat atau anggota koperasi akan lebih nyaman lagi dalam melaksanakan atau turut serta dalam organisasi atau lembaga koperasi ini. Dengan keadaan yang serba mudah karena modern maka kemungkinan bertambahnya anggota koperasi pun bukanlah hal yang tidak mungkin lagi.
Dari seluruh pembahasan yang telah saya sampaikan diatas dapat disimpulakan jika kesiapan koperasi menghadapi era globalisasi ini tergantung kepada bagaimanakah pengurus atau pihak yang berkepentingan didalam koperasi itu sendiri dalam menangani kendala yang ada dan bagaimana cara atau langkah-langkah yang harus ditempuh dalam tujuan untuk mengembangkan koperasi ke system yang lebih modern, dengan cara-cara seperti perbaikan system koperasi itu sendiri agar dapat menjadi system yang lebih modern, konsistensi yang diharapkan koperasi dapat berada secara merata atau menyeluruh diseluruh bagian di Indonesia, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dapat atau terbiasa menggunakan teknologi yang ada dalam melakukan pekerjaan dengan system komputerisasi secara menyeluruh tersebar diseluruh koperasi di Indonesia. Dengan tercapainya pembentukan system koperasi yang lebih baik serta modern maka bukanlah hal yang sulit lagi bagi koperasi untuk terus ada atau bertahan dan berjaya ditengah era globalisasi atau perkembangan zaman yang semakin maju setiap saat.
Sekian pendapat saya mengenai topik Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi?. Mohon maaf jika ada kalimat atau ungkapan yang kurang berkenan dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.

Minggu, 21 Oktober 2012

Andai Aku Menjadi Menteri Koperasi



Menjadi Menteri tentunya bukan suatu hal yang mudah, selain pintar kita juga diharuskan agar selalu bisa mengatasi masalah-masalah yang ada dengan cepat dan pengambilan keputusan yang tepat untuk suatu masalah tertentu.

Andai Aku Menjadi Menteri Koperasi, dalam keadaan koperasi di Indonesia sekarang ini mungkin bukan hal yang mudah untuk menjabat posisi ini. Jika harus berandai-andai seandainya ada diposisi menjabat Menteri Koperasi mungkin hal pertama yang akan saya lakukan adalah mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat dengan lebih marak lagi. Agar merubah pola pikir masyarakat yang tadinya belum atau tidak mau bergabung ke dalam koperasi menjadi mau atau bersedia mengikuti koperasi.

Apa itu Koperasi?  Apa tujuan dari Koperasi? Manfaat apa saja yang akan didapat jika menjadi anggota koperasi? Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang ada dipikiran masyarakat awam yang kurang mengerti tentang koperasi, untuk itu sosialisasi dengan lebih sering lagi dapat dijadikan langkah awal untuk meningkatkan jumlah koperasi dari pada saat ini yang sedang mengalami penurunan jumlah. Perencanaan sosialisasi yang terancang dengan baik tentunya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, target pun akan tercapai yang mengharapkan agar jadi lebih banyak lagi masyarakat yang mengerti apa itu koperasi dan mengapa sebenarnya koperasi itu ialah sebuah organisasi yang menguntungkan bagi para anggotanya. Jika masyarakat sudah mengetahui keuntungan apa sajakah yang akan didapat dari koperasi  dan merasa kalau koperasi itu menguntungkan maka akan lebih banyak lagi masyarakat mengikuti koperasi. Dan jika target ini tercapai tentunya akan lebih banyak lagi masyarakat yang ikut andil atau bersedia bergabung dengan koperasi. Jika lebih banyak lagi masyarakat yang tahu lebih dalam mengenai koperasi dan bersedia bergabung tentunya secara tidak langsung akan memperbaiki keadaan koperasi saat ini yang sedang mengalami penurunan jumlah.

Sosialisasi mengenai koperasi dapat dilakukan ke berbagai lapisan masyarakat, kepada sekolah dasar, SMP, SMA, Universitas, Perusahaan, maupun lingkungan bermasyarakat. Sosialisasi pun dimaksimalkan dijalankan secara merata diberbagai daerah, perkotaan maupun pedesaan harus mendapatkan sosialisasi ini.

Perkenalan lebih dini tentang apa itu koperasi di kalangan pelajar pun turut dilakukan, sosialisasi ke sekolah-sekolah dapat dilakukan dengan cara mendatangi ke sekolah-sekolah secara berkala untuk memberikan informasi mengenai koperasi dan mengapa pentingnya sebuah unit koperasi diperlukan di dalam suatu sekolah, setelah sosialisasi dilakukan sangat diharapkan jumlah sekolah yang memiliki koperasi semakin bertambah. Dengan adanya demikian maka kita turut mengajarkan untuk murid-murid agar dapat terus meningkatkan kegiatan berkoperasi sejak sedini mungkin.

Pemerataan adanya koperasi dipedesaan pun sangat perlu dilakukan, dengan adanya koperasi masyarakat di desa akan sangat terbantu dalam berbagai aspek. Yang pertama masyarakat ini akan sangat terbantu dalam hal pemenuhan bahan baku, karena dikoperasi harga jual dari suatu barang dagang akan jauh lebih murah. Dan jika ada masyarakat yang membutuhkan dana dalam bentuk uang tunai bisa meminjam ke koperasi setempat, karena jika masyarakat meminjam uang di koperasi maka masyarakat tidak harus membayar bunga yang terlalu besar. Pengadaan koperasi secara merata dipedesaan dapat menghindarkan masyarakat dari peminjaman uang ke rentenir atau lembaga yang meminjamkan uang dengan bunga yang terlalu besar dan membuat perkembangan perekonomian masyarakat pedesaan akan lebih meningkat lagi dan membuat perekonomian di pedesaan menjadi lancar agar para masyarakat pun tidak takut membuat suatu usaha walaupun tidak mempunyai modal yang cukup karena bisa meminjam ke koperasi. Berhubungan dengan hal tersebut maka bisa melatih masyarakat juga untuk hidup lebih mandiri dengan berwirausaha dan tentunya juga membuat masyarakat lebih kreatif dalam memilih dan berinovasi dengan apa yang akan dijualnya dalam berwirausaha.

Langkah kedua untuk menangani masalah-masalah koperasi yang ada saat ini mungkin dengan cara memperbaiki dulu Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada didalam sistem koperasi sendiri. Agar sistem koperasi berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan tentu memerlukan manusia yang jujur serta memiliki sikap sosial yang tinggi agar pada dasarnya manusia tersebut dapat akan selalu mementingkan kepentingan bersama sesama anggota koperasi dan tidak lebih memetingkan diri sendiri atau golongan tertentu. Untuk hal tersebut diperlukannya peninjauan lebih lanjut dan beberapa syarat yang cukup untuk menjadi pengurus inti koperasi agar segala sesuatu yang diharapkan terwujud. Perlunya juga pelatihan atau penataran lebih lanjut yang harus dilakukan untuk para pengurus agar dapat mengetahui dan menjalani prosedur yang berlaku didalam suatu sistem koperasi.

Selain hal-hal pemilihan yang tepat untuk menjadi pengurus koperasi, tentunya kesadaran dari diri manusianya sangat diperlukan agar tidak akan terjadi kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan koperasi sehari-hari. Manusia itu sendiri juga diharusnya pada dirinya tertanam rasa adil agar pada saat pembagian laba hasil pelaksanaan kegiatan koperasi dapat terbagi yang merata untuk anggota koperasi. Jika orang-orang didalam sistem telah memiliki sikap jujur, adil dan mementingkan kepentingan bersama maka anggota koperasi sendiri akan memiliki rasa kepercayaan terhadap  apa yang sudah dipercayainya untuk mengikuti kegiatan koperasi tersebut. Jika kita sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat tentunya akan jadi lebih mudah untuk mengembangkan koperasi di Indonesia. Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipekerjakan di dalam koperasi pun diutamakan untuk lokal atau dengan kata lain warga Indonesia, jadi secara tidak langsung jika unit koperasi bertambah dapat mengurangi juga pengangguran yang ada sekarang ini. Dengan dapat meminimkan jumlah pengangguran yang ada tentunya kita juga dapat mengurangi angka kemiskinan yang ada di Indonesia saat ini sehingga jadi lebih banyak lagi warga yang kehidupannya sejahtera.

Koperasi sendiri diharapkan dapat menjadi organisasi yang mandiri, dengan kata lain ikut campur langsung dari pemerintah dapat dikurangi sehingga kegiatan berkoperasi dapat lebih mandiri.

Dengan sosialisasi yang cukup merata untuk berbagai lapisan masyarakat dan sumber daya manusia yang terpenuhi, diharapkan koperasi Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dalam tiap tahunnya tidak akan ada lagi penurunan jumlah unit koperasi melainkan penambahan jumlah unit koperasi serta pemerataan unit koperasi yang beredar secara merata baik diperkotaan atau kota-kota besar dan di pedesaan atau kota-kota kecil di Indonesia.

Koperasi sendiri diharapkan dapat sangat membantu mensejahterakan anggota-anggotanya untuk dikehidupan sehari-hari, khususnya dipedesaan agar dapat memperbaiki perekonomian Indonesia juga tentunya. Memiliki masyarakat yang hidupnya sejahtera merupakan cita-cita terbesar yang dimiliki jika saya menjadi menteri koperasi. Karena saling tolong-menolong dan bahu-membahu dalam kehidupan merupakan hal yang sangat menyenangkan. Terlebih lagi jika sesama manusia sama-sama sudah menyadari betapa indahnya rasa kekeluargaan dan saling tolong menolong dikala susah antar manusia yang pada dasarnya merupakan makhluk sosial. Begitulah dasar bersikap dalam organisasi koperasi yang diharapkan dapat terwujud di masa mendatang.

Sekian pendapat saya mengenai Andai Aku Menjadi Menteri Koperasi. Mohon maaf jika ada kalimat atau ungkapan yang kurang berkenan dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.



Wajah Koperasi di Indonesia Saat Ini



Koperasi saat ini sudah dibuat dibanyak unit perusahaan di Indonesia, tujuan koperasi sendiri ialah sebagai wadah atau tempat untuk mensejahterakan para anggotanya dan dioperasikan untuk kepentingan bersama dan berdasarkan asas kekeluargaan. Sebetulnya banyak sekali keuntungan yang bisa didapat jika kita turut menjadi anggota koperasi, misalnya pada koperasi simpan pinjam jika kita sedang membutuhkan uang lantas kita dapat meminjam uang di koperasi dan mengembalikan uangnya kembali dengan bunga yang lebih kecil dibandingkan jika kita meminjam uang di bank atau di lembaga keuangan lain. Jika sistem koperasi ini dijalankan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku maka bisa jadi lebih banyak warga atau masyarakat yang saat ini sejahtera dibandingkan dengan keadaan masyarakat saat ini yang masih banyak belum sejahtera.

Keadaan koperasi di Indonesia saat ini sedang dalam keadaan pasang surut, banyak aspek yang membuat masyarakat Indonesia akhirnya tidak mempercayai sistem didalam koperasi. Karena mungkin juga disebabkan oleh kurangnya sosialisasi tentang pengenalan sistem koperasi lebih lanjut ke masyarakat, jadi masyarakat itu sendiri lebih memilih lembaga keuangan lain. Keadaan yang dijalankan oleh para pengurus koperasi saat ini banyak yang diluar prosedur dari aturan pengadaan koperasi itu sendiri, sehingga kurangnya rasa percaya para anggota koperasi untuk mengikuti organisasi ini. Dari yang harusnya pada dasarnya koperasi harus dapat membantu serta mensejahterakan para anggotanya tapi kenyataannya saat ini lebih mementingkan beberapa kelompok saja.

Di Indonesia sendiri, keberadan koperasi harusnya dapat membantu rakyat khususnya masyarakat mengengah kebawah dalam menjalani kehidupannya. Kembali lagi karena minimnya pengetahuan atau informasi masyarakat Indonesia tentang sistem atau prosedur yang ada di dalam koperasi membuat warga atau masyarakat enggan untuk tahu lebih lanjut apa itu koperasi, apa tujuannya serta apa sajakah keuntungan yang dapat mereka ambil jika ikut andil di dalam kegiatan berkoperasi. Keberadaan koperasi harusnya juga dapat menjadi wadah untuk lebih melatih dan menjaga tali kekeluargaan yang baik antar anggota koperasi yang satu dan anggota koperasi lainnya.
  
Coba kita pahami tujuan dasar koperasi yang bertujuan untuk agar dapat mensejahterakan para anggotanya, jadi jika sistem koperasi ini dapat dijalankan serta direalisasikan dengan baik, tentunya kesejahteraan rakyat Indonesia saat inipun akan jauh lebih baik dari keadaan sebenarnya yang ada sekarang ini. Jika lebih banyak masyarakat yang sejahtera dibandingkan saat ini tentunya keadaan Indonesia dari sektor perekonomian akan ikut serta lebih baik.

Mungkin bisa kita ingat, saat kita masih duduk dibangku sekolah baik  di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) kita menjumpai contoh kecil dari kegiatan koperasi itu sendiri dimana koperasi menjual berbagai alat-alat tulis menulis dan pernak pernik yang dibutuhkan kita untuk sekolah. Disana terlihat jelas kegiatan koperasi yang sangat membantu para murid-murid untuk memenuhi keperluannya karena segala sesuatu yang dijual biasanya lebih murah dari pada harga pasaran yang dijual ditoko-toko lain.  Selain menguntungkan siswa tentunya juga dapat menjadi suatu wadah bagi guru-guru atau pihak yang lain yang ikut andil dalam kepengurusan koperasi untuk mengembangkan rasa kekeluargaan dan gotong royong serta saling membantu jika ada yang sedang dibutuhkan sesama anggota koperasi. Koperasi disekolah tidak hanya dapat menjual alat-alat tulis menulis namun juga barang-barang lain yang dibuat oleh para guru atau pihak lain (handcraft) yang dapat mengembangkan kreativitas dan juga mengasah jiwa kewirausahaan.

Namun sangat disayangkan, saat ini jumlah koperasi disekolah-sekolah mulai mengalami penurunan, banyak sekolah-sekolah baik SD, SMP maupun SMA yang sudah tidak ada koperasinya melainkan diganti dengan toko-toko lain yang menjual hal yang sama dengan apa yang dijual oleh koperasi disekolah. Sangat disayangkan tentunya jika koperasi ditiap sekolah makin hari makin berkurang saja, banyak yang sudah tidak terlalu memperdulikan adanya koperasi atau tidak, karena mungkin difikir keberadaan koperasi sendiri bisa digantikan dengan toko perlengakapan sekolah lainnya. Padahal jika kita fikir lebih dalam, koperasi sendiri bisa menjaga tali silhaturahmi para guru (anggota) yang ikut andil membangun koperasi  disekolah itu sendiri.
  
Tidak hanya koperasi disekolah-sekolah yang mengalami penurunan, secara keseluruhan di Indonesia keberadaan koperai saat ini sendiri selalu mengalami penurunan dalam hal keberadaannya. Tidak dapat diketahui secara jelas hal-hal apa saja yang dapat membuat hal ini teradi, menurut pribadi Saya sendiri hal ini mungkin saja didasari karenan kurangnya rasa saling membutuhkan antar sesama manusia, sudah banyak manusia yang berpikir kalau dengan hidup sendiri itu bisa Ia jalani, apalagi diperkotaan atau kota-kota besar kopersi sendiri mulai jarang kita temukan dari pada jika kita menengok ke pedesaan atau daerah-daerah kecil. namun hal itu salah besar, kembali ke hakekatnya manusia merupakan makluk sosial yang dalam keseharian tidak dapat lepas dari bantuan orang lain, untuk itu kita sebagai manusia tidak boleh lepas dari sikap saling membantu antar sesama dan rasa saling melengkapi satu sama lain.

Hal lain yang membuat keberadaan koperasi saat ini makin berkurang ialah dalam hal pelaksaan sistem didalam koperasi itu sendiri yang diluar hakekatnya atau dengan kata lain tidak jujur. Semakin banyak kelompok-kelompok yang justru malah mementingkan diri sendiri dan tidak memikirkan para anggotanya Itu yang membuat para anggota menjadi kecewa dan memilih untuk tidak mengikuti kegiatan atau organisasi koperasi lagi, tidak hanya satu orang yang memilih angkat kaki dari organisasi koperasi namun banyak, itu yang membuat lama kelamaan anggota koperasi berkurang dan akhirnya koperasi ditempat itu ditutup atau dengan kata lain tidak diorganisasikan lagi yang membuat lambat laun keberadaan koperasi menjadi berkurang.

Selain dari hal diatas, bisa kita ketahui mengapa penurunan jumlah koperasi di Indonesia sekarang terjadi disebabkan juga karena kurangnya sosialisasi tentang koperasi itu sendiri, bagaimana para masyarakat mau memilih untuk ikut terlibat dalam organisasi ini jika masyarakat itu sendiri tidak mengetahui secara pasti apa itu koperasi? Untuk apa dan manfaat apa saja yang bisa didapat jika kita mengikuti kegiatan di dalam koperasi. Jadi saat ini dapat dibilang jika semakin banyak masyarakat yang awam akan informasi mengenai koperasi. Sebetulnya jika masyarakat dapat mengetahui secara pasti informasi tantang koperasi tentunya saat ini jumlah koperasi tidak sedang dalam keadaan yang memprihatinkan.

Selain hal-hal yang memprihatinkan tentang koperasi di Indonesia yang saat ini sedang mengalami penurunan jumlah, mari kita lihat dari sisi yang lainnya. Tentunya tidak hanya hal-hal negatif yang sedang terjadi didalam koperasi kita saat ini melainkan masih banyak juga hal-hal positif yang harus kita pertahankan agar koperasi di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Seperti masih banyak juga sekolah-sekolah yang ada koperasinya, perlunya hal ini harus terus dipertahankan bahkan kalo bisa diperbanyak lagi sekolah-sekolah yang ada koperasinya.

            Walau sedang terjadi penurunan, perlu kita ketahui juga jika saat ini masih banyak perusahaan-perusahaan yang masih terus mengadakan koperasi didalam perusahaannya. Koperasi disana sangat membantu para karyawannya jika membutuhkan pinjaman uang, dan menggantinya sesuai dengan kesepakatan diawal. Ataupun jika para karyawannya memerlukan bahan-bahan pokok juga dapat membeli di koperasi perusahaan dengan harga yang lebih murah tentunya.

            Saat ini pemerintah sedang mengusahakan agar keberadaan koperasi tidak semakin menurun jumlahnya, untuk hal ini mari kita sebagai pemuda-pemudi Indonesia yang mempunyai kewajiban menjesetahterakan Negara kita dimasa depan untuk ikut andil mempertahankan keberadaan koperasi agar tidak terus turun jumlahnya dimasa mendatang dengan cara terus melestarikan adanya koperasi dimanapun berada, baik disekolah, universitas, ditempat bekerja maupun lingkungan sekitar.

Sekian pendapat saya mengenai Andai Aku Menjadi Menteri Koperasi. Mohon maaf jika ada kalimat atau ungkapan yang kurang berkenan dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.

Sabtu, 28 April 2012

Tugas 6


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi dalam Perekonomian suatu Negara

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Investasi merupakan kegiatan ekonomi yang perannya sangat besar di dalam mempengaruhi pertumbuhan perekonomian suatu Negara.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Investasi di dalam suatu Negara :

1.   Kestabilan Perekonomian Negara tersebut
Kestabilan Perekonomian suatu Negara sangat diperlukan yang bertujuan agar membuat para investor mau berinvestasi di Negara tersebut, di dalam keadaan perekonomian yang stabil akan membuat para investor yakin di dalam memberi investasinya.

2.   Perubahan dan Perkembangan Teknologi
               Perkembangan teknologi juga mempengaruhi investasi di dalam suatu Negara, Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untuk dapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

3.   Tingkat Suku Bunga
               Tingkat suku bunga juga dapat mempengaruhi investasi di dalam suatu Negara, Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output / barang final. Apabila di suatu negara tingkat suku bunganya rendah, maka tingkat investasi yang terjadi akan tinggi karena kredit dari bank masih menguntungkan untuk mengadakan investasi. Sebaliknya apabila tingkat bunga tingginya, maka investasi dari kredit bank pun akan tidak menguntungkan.

4.   Pengaruh Tingkat Inflasi
               Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif.

5.   Pengaruh Infrastruktrur
               Pemerintah mengundang investor guna berpartisipasi menanamkan modalnya di sektor-sektor infrastruktur, seperti jalan tol, sumber energi listrik, sumber daya air, pelabuhan, dan lain-lain. Partisipasi tersebut dapat berupa pembiayaan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing. Pembangunan infrastruktur akan menyerap banyak tenaga kerja yang selanjutnya akan berpengaruh pada meningkatnya gairah ekonomi masyarakat. Dengan infrastruktur yang memadai, efisiensi yang dicapai oleh dunia usaha akan makin besar dan investasi yang didapat semakin meningkat.

     

Faktor-Faktor Penentu Pertumbuhan dan Perubahan Struktur Ekonomi

  1. Faktor Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

  1. Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

  1. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

  1. Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

  1. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.




Sumber        :

Sabtu, 21 April 2012

Tugas 5


Upaya Pemerintah Menangani Masalah Kemiskinan di Indonesia

Kemiskinan merupakan masalah yang sulit ditangani di Negeri ini, angka kemiskinan yang tinggi juga dapat mencerminkan apakah pemerintah di Negara tersebut sudah dapat mensejahterakan masyarakatnya atau belum.

Indonesia dinilai sebagai negara terburuk dalam menanggulangi kemiskinan. Meski kaya akan berbagai sumber alam, tapi Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang jumlah orang miskinnya meningkat tiga tahun terakhir ini.

Masalah kemiskinan dianggap sebagai salah satu hal yang menghambat proses pembangunan sebuah Negara. Salah satu Negara yang masih dibelit oleh masalah social ini salah satunya adalah Indonesia. Angka kemiskinan di tingkat masyarakat masih cukup tinggi. Meskipun oleh lembaga statistic Negara, selalu dinyatakan bahwa setiap tahun angka kemiskinan cenderung menurun.

Untuk mengatasi masalah kemiskinan, pemerintah memiliki peran yang besar. Namun, dalam kenyataannya, program yang dijalankan oleh pemerintah belum mampu menyentuh pokok yang menimbulkan masalah kemiskinan ini.

Langkah-langkah mengatasi Masalah Kemiskinan :
  • Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran. Karena pengangguran adalah salah satu sumber penyebab kemiskinan terbesar di Indonesia.
  • Memberikan subsidi pada kebutuhan pokok manusia, sehingga masyarakat bias menikmati makanan yang berkualitas.
  • Menghapuskan korupsi.
  • Menggalangkan program zakat. 

Daftar Program-Program Pemerintah Dalam Menanggulangu kemiskinan Di Indonesia:
1.      Menaikan anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya
2.      Mendorong APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja
3.      Tetap mempertahankan program lama seperti:
a) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
b) RASKIN (Beras Miskin)
c) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
d) Asuransi Miskin, dsb
4.      Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain: menjaga harga beras dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)
5.      Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan
6.      Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan
7.      Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
8.      Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
9.      Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
10.  Open Menu: kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak tercantum dalam negative list
11.  Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan haus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost effectiveness
12.  PPK, P2KP, PPIP SPADA dan diperkuat program-program kementrian/lembaga
13.  Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan
14.  Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro, dll.
15.  Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir
16.  Revitalisai pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan
17.  Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik
18.  Peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan
19.  Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.
20.  Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
21.  Percepatan pembangunan infrastruktur dan kesehatan
22.  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.

Terimakasih Saya ucapkan kepada Pemilik Web atau Blog yang telah Saya kutip kata-katanya dalam pengerjaanPortofolio ini.

Sumber            :

Sabtu, 14 April 2012

Tugas 4


Pembiyaan Sektor Mikro dan Pembiyaan Corporate


Pendapat Mengenai Pembiyaan Mikro dan Pembiyaan Corporate

Pembiyaan Mikro merupakan pembiyaan atau pemberian dana yang diberikan atau dipinjamkan untuk para pengusaha yang menjalankan usaha mikro(kecil), usaha mikro sendiri dijalankan oleh masyarakat menengah kebawah. Guna membantu para pengusaha mikro mengembangkan usaha yang dijalankan, pembiyaan mikro sangatlah penting adanya.

Pembiyaan Corporate merupakan pembiyaan yang dilaksanakan oleh perusahaan dan bertujuan untuk mencari keuntungan maksimum. Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI, 2000) menyatakan bahwa CG adalah seperangkat peraturan yang menetapkan hubungan antara pemegang saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya sehubungan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan.

Pembiyaan yang Lebih Menguntungkan
Menurut saya diantara Pembiyaan Mikro dan Pembiyaan Corporate yang lebih menguntungkan ialah Pembiyaan Mikro. Khususnya di Negara kita sendiri Indonesia, Pembiyaan Mikro sangatlah penting untuk membantu masyarakat menengah kebawah untuk mengembangkan usaha mereka, karena di Indonesia sendiri jenis usaha mikro lebih banyak keberadaannya dibandingkan jenis usaha corporate. Dengan adanya Pembiyaan Mikro juga dapat membantu dalam memajukan pembangunan perekonomian di Indonesia, membuat masyarakat lebih mudah untuk berwirausaha membuat suatu usaha yang diinginkan.

Tantangan dari Pembiyaan Mikro dan Pembiyaan Corporate

Tantangan atau hambatan dalam menjalankan Pembiyaan Mikro adalah ketika dihadapkan kepada peminjam yang tidak dapat membayar pinjamannya tepat waktu. Hal itu pun di latar belakangi banyak faktor, diantaranya usaha yang dijalankan tidak berkembang baik, ada anggota yang mengalami musibah seperti kecelakaan dan kematian, dan kadangpun harus dihadapkan dengan peminjam yang tidak jujur.

Tantangan atau hambatan dalam menjalankan Pembiyaan Corporate adalah ketika perusahaan harus memenuhi hutang atau kewajiban beserta jumlah bunga yang telah ditentukan dan dalam menjalankan Pembiyaan Coprporate pembiyaannya membutuhkan biaya yang cukup besar

Terima kasih Saya ucapkan kepada Pemilik Blog atau web yang telah saya kutip kata-katanya dalam pengerjaan tulisan ini.


Sumber :